World Batik Summit Kokohkan Batik di pentas dunia

Usai dikukuhkan sebagai warisan tradisi kesenian dan kebudayaan bangsa secara internasional oleh UNESCO, pekerjaan rumah untuk terus mengusung batik di pentas dunia tidak terhenti di sana. Karenanya, ajang World Batik Summit (WBS) pun digagas. Batik yang dicintai masyarakat Indonesia mungkin sudah tak lagi diragukan. Dukungan masyarakat untuk melestarikan kain adati tersebut semakin menggelora di lubuk hati warga Indonesia. Hal tersebut dapat terlihat dari kesadaran masyarakat yang menjadikan batik sebagai bagian dari keseharian. Bahkan setiap satu pekan, para pegawai BUMN mengenakan batik sebagai busana kantor. Dengan dukungan tersebut, batik menjadi tuan rumah di negeri sendiri pun terwujud sudah. Meski begitu positifnya dukungan masyarakat, kita jangan dulu berlega hati. Pekerjaan rumah untuk mengharumkan batik agar mendunia menjadi tantangan selanjutnya yang perlu direalisasikan.

Penyelenggaraan World Batik Summit menjadi sebuah langkah nyata untuk kian mengharumkan batik di pentas internasional. “Perhelatan ini adalah bentuk tanggung jawab kami atas kelanjutan batik setelah UNESCO memberi kepercayaan kepada Indonesia atas pengakuan batik sebagai warisan tradisi kesenian dan kebudayaan bangsa Indonesia,” ujar Jultin Ginandjar Kartasasmita, salah satu pendiri Yayasan Batik Indonesia saat konferensi pers World Batik Summit di Ruang Cempaka Kementrian Perindustrian dan Perdagangan, Jakarta, Jumat (23/9/2011).

Senada dengan Jultin, Ketua Panitia WBS Doddy Soepardi mengatakan, bahwa selama ini batik memang mendunia. Namun, Indonesia tetap menjadi rumahnya. “Boleh saja negara manapun mengakui punya batik tapi home-nya di Indonesia,” tuturnya. Ajang menarik tersebut akan diisi dengan berbagai acara, seperti konferensi batik, pameran batik, hingga kunjungan ke tempat-tempat yang memiliki kaitan bersejarah dengan batik. Acara yang mengusung tema “Indonesia: Global Home of Batik” tersebut berlangsung di Balai Sidang Jakarta Convention Center, Jakarta, mulai dari 28 September-2 Oktober 2011.

Tujuannya, meningkatkan pendapatan pengrajin batik dan pembahasan secara komprehensif mengenai peranan batik sebagai daya tarik wisata. Tak hanya itu, kegiatan ini juga dirancang untuk menjadi ikon dalam menampilkan beberapa dimensi batik, seni dan kerajinan, teknik dan teknologi, pemasaran batik dan bisnis ke seluruh dunia. Dengan ekspansi itu, melibatkan berbagai negara di dunia pun menjadi sebuah langkah nyata dalam menyukseskan tujuan dari sasaran Indonesia dalam mengharumkan batik di kancah internasional. “Ada 11 negara yang terlibat sebagai peserta dalam acara ini, di antaranya Malaysia, Singapura, Inggris, Tunisia, Prancis, Amerika Serikat, Filipina, Jepang, Jerman, Australia, dan Belanda,” kata Ketua Panitia World Batik Summit, Doddy Soepardi saat konferensi pers World Batik Summit di Ruang Cempaka Kementrian Perindustrian dan Perdagangan, Jakarta, Jumat (23/9/2011).

Sumber: okezone.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s