Pameran Batik Indonesia

Pameran Batik Indonesia menyedot perhatian masyarakat Hamburg, hal ini terlihat dari melimpahnya tamu undangan yang hadir pada acara pembukaan pameran batik di Museum für Völkerkunde – Hamburg pada tanggal 7 Juni 2012.  Pameran dengan tema “Die Schönheit der Batik (Keindahan Batik)ini diselenggarakan oleh KJRI Hamburg bekerjasama dengan Museum Etnologi (Museum für Völkerkunde) Hamburg bersama 6 ibu anggota Perhimpunan Pencinta Kain Adat Indonesia (Wastaprema). Pameran berlangsung sejak tanggal 6 – 10 Juni 2012 dengan menampilkan koleksi kain batik dari berbagai daerah di Pulau Jawa seperti Cirebon, Banyumas, Pekalongan, Solo, Yogyakarta, Garut, Lasem dan Palembang, termasuk diantaranya koleksi milik Ibu Hartini Soekarno, isteri Presiden RI Pertama serta koleksi karya Iwan Tirta, seorang maestro batik Indonesia.

Lebih dari 200 tamu undangan memadati Ruang Auditorium Museum für Völkerkunde – Hamburg  tempat acara berlangsung. Para tamu undangan yang terdiri dari pejabat  Pemerintah Hamburg, Consular Corps, Friends of Indonesia (DIG), pengusaha, akademisi, insan media, dan masyarakat setempat, dengan seksama menyaksikan seluruh rangkaian acara yang digelar terdiri dari presentasi, pagelaran busana, dan pameran.

Dalam sambutannya Konsul Jenderal RI Hamburg, M. Estella Anwar Bey menyampaikan bahwa kegiatan pameran batik ini merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh KJRI Hamburg dalam rangka merayakan hubungan diplomatik RI – RFJ yang pada tahun ini genap berusia 60 tahun. Hubungan yang tidak singkat itu telah melahirkan kerjasama yang baik antara kedua negara di berbagai bidang seperti ekonomi, politik, dan sosial budaya. Namun diyakini bahwa di bidang kebudayaan tidak semua orang Indonesia mengenal budaya Jerman dan sebaliknya tidak semua orang Jerman mengenal budaya Indonesia.

“Untuk itu, melalui pameran ini kami ingin memperkenalkan salah satu warisan budaya kebanggaan Indonesia, yaitu Batik, salah satu produk tekstil tradisional Indonesia yang memiliki nilai sangat tinggi karena dalam setiap motif dan warnanya memiliki makna dan filosofi yang berbeda”, ujar Konjen RI.

Direktur Kerjasama Internasional – Senat Hamburg, Uwe Ram dalam sambutannya mengemukakan mengenai hubungan bilateral Jerman – Indonesia yang selama ini berlangsung dengan baik. Saat ini Indonesia tengah mengalami perubahan besar dibanding ketika dirinya berkunjung 15 tahun silam.  Selama dua tahun terakhir ini data ekonomi makro Indonesia menunjukkan perkembangan positif dan sangat prospektif, selain itu sebagai salah satu anggota G-20, peran Indonesia di kancah internasional semakin penting. Terkait dengan penyelenggaraan pameran batik, Uwe Ram menyambutnya dengan baik dan mengharapkan  melalui kegiatan ini, pengetahuan dan kecintaan  masyarakat Jerman terhadap budaya Indonesia  semakin meningkat.

Harapan senada juga dikemukakan oleh Direktur Museum für Völkerkunde – Hamburg,  Prof. Dr. Wulf Köpke seraya menambahkan bahwa kerjasama antara Museum für Völkerkunde dan KJRI Hamburg telah berlangsung lama dan terjalin dengan baik. Kedua institusi kerapkali bekerjasama dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan promosi seni dan budaya, salah satunya adalah kegiatan pameran batik ini.

Usai penyampaian sambutan, acara diisi dengan presentasi mengenai batik oleh Brigitte Willach, seorang seniman lukis dari Hannover yang sejak tahun 1985 mendalami seni batik Indonesia dan saat ini aktif menjadi pembicara dalam berbagai acara mengenai batik diseluruh dunia, termasuk World Batik Summit 2011 di Jakarta.  Willach menjelaskan tentang sejarah batik, pusat-pusat pembuatan batik di Indonesia, jenis dan makna  corak batik, serta proses pembuatan batik dengan teknik wax-resist-dyeing, yakni teknik pembuatan corak batik dengan menggunakan canting dan aplikasi ‘malam‘  (wax)  sebagai bahan perintang warna. Di akhir presentasi diperagakan cara pemakaian kain tradisional batik kepada dua model remaja Indonesia.

Selanjutnya acara diisikan dengan peragaan busana (fashion show) menampilkan 18 model anak-anak dan remaja Indonesia yang mengenakan beragam jenis kain batik. Pertunjukan fashion show ini mendapatkan sambutan meriah dari para tamu undangan sehingga membuat suasana malam itu menjadi semakin semarak. Usai menyaksikan peragaan busana, para tamu undangan dipersilahkan meninjau ruang pameran batik di Paviliun Indonesia sambil menikmati jajanan pasar tradisional Indonesia.

Salah satu hal yang perlu dicatat dalam penyelenggaraan pameran batik ini adalah hadirnya 3 pakar batik Indonesia asal Jerman, yaitu R. Smend (Köln), Annegret Haake (Frankfurt), Brigitte Willach (Hannover), dan 1 pakar batik Indonesia dari Australia, Dr. Maria Wronska Friend.

Sejak mendapatkan pengakuan sebagai Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity dari UNESCO, Batik semakin bergaung di dalam dan luar negeri. Berbagai upaya untuk lebih menduniakan batik terus dilakukan, termasuk oleh KJRI Hamburg.  Pada bulan Juni dan Juli 2011, KJRI Hamburg menyelenggarakan dua kali kegiatan promosi dan demo batik. Selanjutnya, pada tanggal 1 Juni lalu,  KJRI Hamburg menjadi mitra dan pendukung utama acara “Fashion Show Ramli” yang diprakarsai oleh Juli Biesterfeld bekerjasama dengan  pihak Museum für Völkerkunde-Hamburg 

Source : http://www.kjrihamburg.de/index.php?option=com_content&view=article&id=294:pameran-batik-indonesia-di-hamburg&catid=42:kegiatan

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s